Tuesday, March 01, 2005

Ngantri Bensin > < Menghemat BBM

haa.. tau sendiri kan kalo BBM per 1 maret 2005 bakal naek ? begitu mengetahui informasi kebenarannya, banyak orang orang yang mulai sedikit panik. tanggal 28 februarinya pada ngantri diSPBU-SPBU. sampek dibela belain berjam jam lantaran antriannya disepanjang jalan. kadang aku sempet mikir, ngapain seih mereka ampek bela belain kayak gitu ? toh bensin isi setangki nggak bakal cukup untuk sebulan. paling paling seminggu juga udah abis. apa nggak sebaiknya diperbaiki sikap kita yang kadang kurang perhatian dalam menggunakan BBM ? misalnya di lampu merah ngegas ngegas biar ditengok tonggo sebelah kalo sapidanya kuweren.. naah... bwat yang punya sapida, ni ada tips menghemat penggunaan bbm. - Hindari bukaan gas mendadak Banyak pemotor di ibukota memilih gaya memacu motor bagai pembalap. Ini tampak dari cara mereka memutar gas --pada stang kanan-- secara keras dan sesekali melepasnya dengan diikuti mengerem tajam. Kegiatan itu amat berbahaya bagi keselamatan diri dan pengguna kendaraan lain. Sebab konsentrasi pada buka-tutup gas malah bisa menyirnakan konsentrasi pengendaraan. Dan reflek pengereman pun bisa-bisa terganggu. Kecelakaan dipastikan tak dapat dihindari. Perhatikan saja, para pembalap pun tak pernah melakukan hentakan gas seperti itu. Selain membahayakan, kegiatan tersebut akan menyedot banyak konsumsi bensin terbakar dalam karburator tanpa hasil memadai. Artinya BBM boros tanpa hasil berarti. Cobalah menggunakan gas secara halus namun tak harus lambat. Dijamin konsumsi bensin motor Anda akan irit sesuai spesifikasi mesin bersangkutan. - Jangan berlebihan mainkan gas Pernah memperhatikan pemotor saat berhenti di lampu merah? Ngeri dan berisik kan. Ini jelas kebiasaan amat buruk. Selain memperburuk kondisi polusi udara, kegiatan itu tak ada gunanya. Bensinpun jelas banyak terbuang percuma. Hentikan kebiasaan buruk ini karena sekaligus berarti menghemat pemakaian bahan bakar. Kalau kelakuan sembrono itu karena alasan mesin tak bisa hidup stasioner, lebih baik motor di tune-up atau sekurangnya besarkan setelan gasnya. Bisa dilakukan di karburator atau pada kabel gas. Memainkan gas juga perlu dihindari kala memanaskan mesin di pagi hari. Sama sekali tak ada gunanya mengeber gas untuk dugaan membuat mesin cepat panas. Biarkan mesin hidup 15 menit di pagi hari, niscaya motor segera siap dijalankan. - Sesuaikan persneling dan kecepatan Mungkin karena lelah atau jenuh berpuluh kilometer mengendarai motor, pengendara acap malas memposisikan persneling sesuai dengan kecepatan kendaraan roda duanya. Umumnya pemotor cuek dengan kecepatan rendah sementara posisi gigi persneling masih tinggi. Bisa juga sebaliknya, mesin telah menderu saat posisi gigi masih rendah. Kebiasaan buruk lainnya, kala ingin menambah kecepatan, gas langsung ditekan tanpa didahului penurunan posisi gigi. Lainnya adalah nekat memindah gigi sementara putaran mesin masih tinggi. Semua itu bakal menjadikan ringkihnya mesin dan lagi-lagi, bensin boros. Mudah mengatasi kebiasaan buruk tersebut. Pantau saja rpm dalam speedometer dan biasakan selalu memindah gigi --baik turun maupun naik pada saat rpm di bawah angka 5 (berarti senilai 5.000 rpm). Sementara bagi motor bebek yang tidak dilengkapi rpm, lihat saja ukuran pada speedometer yang pasti terdapat petunjuk angka gigi persneling yang direkomendasikan sesuai kecepatan. - Selip kopling Pemotor berkopling sering hanya memainkan (selip) kopling saat hendak mendahului kendaraan lain. Demikian juga pemotor bebek yang hanya menginjak separuh posisi persneling untuk kepentingan itu. Ini jelas keliru, karena motor tak bertambah tenaga namun konsumsi bensin malah bertambah besar. Memang terasa ada hentakan bagai kecepatan bertambah, tapi kebiasaan selip kopling malah bisa berdampak komponen tersebut cepat aus sebelum waktunya. Turunkan posisi persneling kalau memang ingin mendapat tenaga lebih besar saat akan mendahului kendaraan lain. (bid/berbagai sumber)

No comments: